Bersama Bapak Bambang Trim di SMW Tempat Moms Berbagi & Berkreasi tanggal 29 Agustus yang lalu kita telah membuka sharing #PenulisanPenerbitan BeyondSMW. Tema yang diangkat kali ini mengenai bagaimana menulis buku non fiksi. Bagi sahabat SMW yang memiliki ketertarikan dengan menulis buku non fiksi, simak hasil diskusi singkat kita berikut:

Menulis Buku Non Fiksi

Menulis Buku Non Fiksi

Apa yang dimaksud dengan karya non fiksi?

Non fiksi adalah karya sastra yang dibuat berdasarkan data dan fakta sebenarnya bukan khayalan atau imajinatif. Berita di media massa, jurnal ilmiah, opini para pakar di surat kabar bisa dikategorikan sebagai karya non fiksi.

Untuk menulis buku non fiksi misalnya tentang tempat atau perusahaan apakah memerlukan izin?

"Terkait buku non fiksi yang menggunakan "kisah" sebuah perusahaan atau tempat sebagai kisah yang juga sudah diketahui umum, tentu tidak diperlukan izin, " jelas pak Bambang Trim.

Namun jika memang memerlukan tambahan data dari tempat atau perusahaan yang ingin dikisahkan dan memerlukan izin dari pihak terkait. Tidak ada salahnya minta izin terlebih dahulu agar karya yang dihasilkan lebih otentik. Disamping itu, menjaga agar pihak yang dikisahkan merasa tidak dirugikan.

Bagaimana dengan narasumber?

"Kalau narasumber, tentu harus dikonfirmasi dan apakah dia mau disebutkan namanya atau tidak di dalam buku," tambah pak Bambang Trim.

Jika narasumber tidak berkenan disebutkan nama aslinya, bisa menggunakan nama samaran tapi tidak dengan kisahnya. Di dalam menulis buku non fiksi, kisah tidak bisa difiksikan. "Artinya yang tersaji dalam non fiksi harus data dan fakta sebenarnya. Hal ini perlu saya tekankan agar buku-buku non fiksi akan lebih kuat dengan unsur narasi, bukan melulu penjelasan (deskripsi atau argumentasi), " tegas pak Bambang Trim.

Yang perlu digarisbawahi dalam menulis buku non fiksi adalah berdasarkan pada data dan fakta sebenarnya. Data dan fakta tersebut tidak bisa dirubah atau bahkan dibelokkan. Berbeda halnya dengan mana yang boleh atau tidak boleh dikisahkan terkait dengan kerelaan narasumber. Satu hal yang juga penting ketika menulis buku yaitu memperhatikan EYD dengan baik dan benar. "Selamat menulis buku non fiksi"

Artikel Lain Tentang Menulis Buku Non Fiksi

  1. Langkah Awal Menulis Buku Non Fiksi
  2. Cara Praktis Menulis Buku Non Fiksi